Kadis Dikbud Banggai Kepulauan, Harry Saputra Nursin, Resmi Buka PPBK IPBK Palu: "Organisasi Adalah Rumah, Bahasa Adalah Pemersatu"

Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu menggelar Penerimaan Pemuda Banggai Kepulauan (PPBK) sebagai wadah pemersatu mahasiswa dan pemuda perantauan di tanah rantau.

Kadis Dikbud Banggai Kepulauan Harry Saputra Nursin bersama peserta PPBK IPBK Palu
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Kepulauan, Harry Saputra Nursin, S.STP., M.A.P., AIFO., berfoto bersama pengurus dan peserta kegiatan PPBK IPBK Palu di Kota Palu.

PALU, TRIKORA MEDIA — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Banggai Kepulauan, Harry Saputra Nursin, S.STP., M.A.P., AIFO., secara resmi membuka kegiatan Penerimaan Pemuda Banggai Kepulauan (PPBK) yang diselenggarakan oleh Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk menyambut dan merangkul generasi muda serta mahasiswa baru asal Banggai Kepulauan yang tengah menuntut ilmu di Kota Palu.

"Berorganisasi sesama pemuda dari Banggai Kepulauan di Kota Palu sangatlah penting. IPBK harus menjadi rumah dan wadah berkumpul yang hangat bagi seluruh mahasiswa dan pemuda di tanah rantau."

IPBK Sebagai Rumah Bersama di Tanah Rantau

Dalam arahannya, Harry Saputra Nursin menekankan bahwa proses menimba ilmu di perguruan tinggi tidak cukup hanya berfokus pada ruang kelas. Keikutsertaan dalam organisasi daerah memberikan nilai tambah dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepekaan sosial.

Beliau menyampaikan bahwa keberadaan IPBK Palu berfungsi sebagai ruang aman dan simpul kekeluargaan. Di wadah inilah para pemuda dapat saling menopang, bertukar pikiran, serta menjaga silaturahmi agar tidak kehilangan arah selama menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman.

Melestarikan Bahasa Banggai Sebagai Identitas Daerah

Selain menyoroti peran penting organisasi, Kadis Dikbud Banggai Kepulauan ini memberikan pesan khusus terkait kelestarian nilai-nilai kebudayaan daerah. Beliau menggarisbawahi pentingnya menjaga dan melestarikan Bahasa Banggai di tengah pergaulan masyarakat perantauan.

Menurut Harry Saputra Nursin, Bahasa Banggai bukan sekadar alat komunikasi sehari-hari, melainkan simbol identitas, kebanggaan, dan perekat hubungan emosional sesama anak daerah. Menjaga bahasa daerah di tanah rantau adalah benteng utama agar generasi muda tidak kehilangan akar budayanya.

Catatan Redaksi Trikora Media

Selamat bergabung kepada seluruh peserta PPBK IPBK Palu. Semoga momentum ini menjadi awal pembentukan generasi muda Banggai Kepulauan yang berkarakter, berbudaya, dan berprestasi di tanah rantau.